Jakarta, 19 September 2026 – Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) menyiapkan rangkaian pertandingan Trofeo internasional sebagai bagian dari program pematangan Timnas Minifootball Indonesia menuju Piala Dunia Minifootball 2027 di Republik Ceko. Ketua Umum FSMI Eric Tuapattinaya mengatakan agenda tersebut dirancang dengan menghadirkan sejumlah negara, terutama dari kawasan Asia Tenggara. Thailand dan Vietnam menjadi dua negara yang disebut sebagai calon lawan dalam pertandingan persiapan tersebut. Pertandingan Trofeo akan dimanfaatkan untuk mengukur perkembangan kemampuan skuad Indonesia setelah menjalani evaluasi dari kejuaraan tingkat Asia. FSMI ingin tim nasional mendapatkan sebanyak mungkin pengalaman kompetitif sebelum berhadapan dengan lawan-lawan yang memiliki karakter berbeda di level dunia. Program tersebut juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang yang akan dijalankan selama beberapa bulan menjelang Piala Dunia.
Rencana Trofeo disampaikan setelah Indonesia menyelesaikan perjuangannya pada Asian Minifootball Championship 2026 di Stadion ASIOP, Jakarta. Timnas Indonesia mengakhiri turnamen dengan menempati peringkat keempat setelah mampu melaju hingga babak semifinal. Hasil tersebut memang belum sepenuhnya sesuai dengan target yang dipasang federasi dan tim pelatih. Namun, keberhasilan mencapai empat besar memastikan Indonesia mendapatkan tiket untuk tampil pada Piala Dunia Minifootball 2027. Dengan kepastian tersebut, fokus tim kini diarahkan untuk meningkatkan kualitas permainan agar mampu bersaing dengan negara-negara dari kawasan lain. FSMI menilai masih tersedia waktu sekitar delapan hingga sembilan bulan untuk melakukan berbagai pembenahan sebelum turnamen dunia berlangsung.
Eric menjelaskan pertandingan melawan Thailand, Vietnam maupun negara Asia Tenggara lainnya akan memberikan kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan pemain dalam situasi kompetitif. Thailand menjadi salah satu tolok ukur penting karena memiliki kekuatan yang telah terbukti di tingkat Asia. Pada Asian Minifootball Championship 2026, Thailand keluar sebagai juara setelah mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-2 pada pertandingan final. Indonesia sendiri sempat menghadapi Thailand pada fase grup dan harus menerima kekalahan tipis 0-1. Pengalaman tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki sejumlah aspek permainan yang harus ditingkatkan apabila ingin mendekati level tim-tim terkuat Asia. Melalui Trofeo, evaluasi tidak hanya dilakukan berdasarkan sesi latihan, tetapi juga dari respons pemain ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Selain menggelar pertandingan internasional, FSMI merencanakan program pemusatan latihan jangka panjang. Pelatih Timnas Minifootball Indonesia Indra Kurnia Purnomo mengatakan program tersebut diperlukan untuk membangun tim yang lebih siap menghadapi persaingan di Piala Dunia. Hasil dari kejuaraan Asia akan digunakan sebagai bahan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada aspek set play tetapi juga berbagai elemen permainan lainnya. Tim pelatih menilai Indonesia masih memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki agar level permainan dapat meningkat. Pemusatan latihan dalam periode lebih panjang diharapkan memberikan waktu cukup untuk memperbaiki kekompakan, kemampuan teknis, fisik dan mental para pemain. Program tersebut akan berjalan bersama dengan pertandingan uji coba sehingga perkembangan skuad dapat diukur secara berkala.
Aspek fisik menjadi salah satu perhatian khusus menjelang persaingan di Republik Ceko. Eric mencontohkan pertandingan melawan Uzbekistan sebagai gambaran mengenai perbedaan yang masih harus dikejar Indonesia. Menurutnya, pemain Indonesia masih sedikit tertinggal dalam aspek kekuatan fisik atau body presence ketika menghadapi lawan dengan postur dan kemampuan duel lebih kuat. Kondisi tersebut diperkirakan akan menjadi tantangan lebih besar ketika Indonesia bertemu tim-tim Eropa pada Piala Dunia. Karena itu, program latihan akan dirancang untuk meningkatkan kemampuan fisik tanpa mengabaikan kualitas teknis dan kecepatan permainan yang dimiliki tim. Penguatan mental juga menjadi bagian penting karena tekanan pertandingan di kompetisi tingkat dunia akan berbeda dibandingkan turnamen regional maupun Asia.
Skuad Indonesia saat ini diperkuat 15 pemain yang tampil pada Asian Minifootball Championship 2026. FSMI pada prinsipnya ingin mempertahankan kerangka tim tersebut, tetapi komposisi pemain belum dipastikan menjadi skuad final untuk Piala Dunia. Tim pelatih akan terus memantau perkembangan masing-masing pemain selama pemusatan latihan dan pertandingan persiapan. Sistem promosi dan degradasi juga akan diterapkan sehingga pemain yang menunjukkan performa lebih baik memiliki kesempatan masuk ke dalam tim. Sebaliknya, pemain yang perkembangannya tidak sesuai kebutuhan tim dapat digantikan oleh pemain lain. Mekanisme tersebut diharapkan menciptakan persaingan sehat sekaligus memastikan Indonesia membawa komposisi terbaik ketika berangkat ke Republik Ceko.
Asian Minifootball Championship 2026 sendiri memberikan banyak bahan evaluasi bagi tim nasional. Indonesia memulai turnamen dengan kemenangan besar 8-1 atas Bangladesh sebelum mendapatkan kemenangan walkover 5-0 atas Irak. Skuad Garuda kemudian mengalahkan India dengan skor 9-0, tetapi harus mengakui keunggulan Thailand 0-1 pada pertandingan terakhir fase grup. Indonesia tetap melaju ke semifinal sebagai runner-up grup dengan koleksi sembilan poin. Perjalanan tersebut akhirnya membawa Indonesia ke empat besar sekaligus memastikan tiket menuju Piala Dunia 2027. Penampilan sepanjang turnamen memperlihatkan potensi besar tim sekaligus menunjukkan bahwa kualitas permainan masih perlu ditingkatkan ketika menghadapi lawan dengan level lebih tinggi.
Keikutsertaan di Piala Dunia 2027 juga melanjutkan perjalanan Indonesia dalam membangun prestasi di cabang minifootball. FSMI telah menjadi anggota World Minifootball Federation sejak 2018 dan terus memperluas program kompetisi serta pembentukan tim nasional. Indonesia sebelumnya memperoleh pengalaman tampil di Piala Dunia Minifootball 2025 di Baku, Azerbaijan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai tuntutan permainan di level global, mulai dari kualitas fisik hingga kemampuan beradaptasi dengan karakter lawan yang berbeda. Kini FSMI ingin persiapan menuju edisi 2027 dilakukan lebih panjang dan sistematis. Trofeo internasional, pemusatan latihan dan evaluasi pemain menjadi bagian dari rangkaian program untuk meningkatkan kesiapan skuad.
Dengan waktu persiapan sekitar delapan hingga sembilan bulan, FSMI akan memanfaatkan setiap agenda untuk membangun Timnas Minifootball Indonesia yang lebih kompetitif. Pertandingan Trofeo melawan Thailand, Vietnam dan calon lawan lainnya diharapkan menjadi sarana untuk menguji hasil latihan sekaligus menemukan kekurangan yang masih harus diperbaiki. Pemusatan latihan jangka panjang akan digunakan untuk meningkatkan kekompakan serta kualitas fisik dan mental, sementara sistem promosi dan degradasi menjaga persaingan antarpemain. Federasi belum menutup kemungkinan melakukan penambahan kekuatan apabila tim pelatih menemukan pemain yang dinilai dapat meningkatkan kualitas skuad. Seluruh rangkaian tersebut diarahkan agar Indonesia tidak sekadar menjadi peserta ketika tampil di Republik Ceko. Piala Dunia Minifootball 2027 menjadi sasaran utama setelah perjalanan di tingkat Asia memberikan gambaran mengenai pekerjaan yang masih harus diselesaikan oleh tim nasional.