Bandar Lampung, 18 September 2026 – Keluarga menggelar prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi lima jurnalis dan kru kapal yang hilang dalam insiden di perairan Selat Sunda. Prosesi berlangsung dalam suasana haru setelah operasi pencarian dilakukan selama beberapa hari dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Anggota keluarga membawa bunga untuk kemudian ditaburkan di laut sebagai simbol doa dan penghormatan kepada orang-orang yang mereka cintai. Sejumlah kerabat dan rekan sesama jurnalis turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Doa bersama dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan menghadapi situasi tersebut. Prosesi itu juga menjadi bentuk penghargaan terhadap para jurnalis yang mengalami musibah ketika menjalankan tugas peliputan.
Kelima jurnalis sebelumnya dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan untuk menjalankan tugas peliputan di kawasan Anak Krakatau. Kapal yang mereka gunakan tidak dapat dihubungi sehingga laporan kemudian diteruskan kepada aparat dan tim penyelamat. Operasi pencarian segera dilakukan dengan menyisir kawasan perairan yang diperkirakan menjadi jalur perjalanan rombongan. Basarnas bersama TNI Angkatan Laut dan unsur terkait mengerahkan kapal serta personel untuk memperluas pencarian. Sejumlah benda seperti pelampung, terpal dan galon air ditemukan selama operasi berlangsung dan diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan kapal yang hilang. Kondisi arus serta luasnya kawasan Selat Sunda menjadi tantangan bagi petugas selama pencarian.
Bagi keluarga, prosesi tabur bunga menjadi momen emosional setelah berhari-hari menunggu perkembangan operasi pencarian. Mereka sebelumnya terus mengikuti informasi dari posko dan berharap anggota keluarga dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ketidakpastian mengenai keberadaan rombongan membuat masa penantian terasa semakin berat. Saat prosesi berlangsung, keluarga memberikan penghormatan dengan menaburkan bunga ke permukaan laut dan memanjatkan doa. Sejumlah peserta tidak dapat menyembunyikan kesedihan ketika mengenang perjalanan terakhir para korban. Dukungan dari kerabat, rekan kerja dan komunitas pers turut mengiringi keluarga dalam prosesi tersebut.
Insiden itu juga meninggalkan duka mendalam bagi kalangan jurnalis karena para korban diketahui sedang menjalankan tugas jurnalistik. Sejumlah organisasi dan komunitas pers menyampaikan solidaritas kepada keluarga sekaligus mengikuti perkembangan operasi pencarian. Doa bersama sebelumnya juga digelar di sejumlah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap rekan-rekan yang hilang. Peristiwa tersebut kembali menyoroti risiko yang dapat dihadapi pekerja media ketika melakukan peliputan di kawasan laut, bencana maupun wilayah dengan kondisi geografis sulit. Keselamatan perjalanan menjadi bagian penting yang perlu diperhitungkan sebelum melakukan penugasan di lapangan. Perlengkapan keselamatan dan pemantauan kondisi cuaca juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko selama perjalanan laut.
Tim pencarian sebelumnya harus menghadapi kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis dengan perubahan arus dan cuaca yang dapat memengaruhi wilayah penyisiran. Tiga kapal perang TNI Angkatan Laut turut dikerahkan untuk membantu operasi bersama kapal pencarian lainnya. Setiap temuan di laut dianalisis untuk memperkirakan kemungkinan pergerakan kapal maupun orang yang berada di dalamnya. Petugas juga menggunakan informasi mengenai titik terakhir komunikasi sebagai dasar untuk menentukan sektor pencarian. Area kemudian diperluas berdasarkan perhitungan arah arus dan kondisi angin. Seluruh proses dilakukan dengan koordinasi antara unsur laut dan posko operasi untuk memastikan setiap informasi dapat segera ditindaklanjuti.
Prosesi tabur bunga menjadi penanda kuatnya rasa kehilangan yang dirasakan keluarga dan rekan-rekan para jurnalis serta kru kapal. Bagi keluarga, bunga yang dilepaskan ke laut membawa doa sekaligus kenangan terhadap orang-orang yang belum kembali dari perjalanan tersebut. Peristiwa ini juga menjadi pengingat mengenai pentingnya perlindungan keselamatan bagi setiap pekerja yang menjalankan tugas di wilayah berisiko. Komunitas pers berharap pengalaman tersebut dapat mendorong evaluasi terhadap standar keselamatan dalam penugasan menggunakan transportasi laut. Dukungan kepada keluarga juga diharapkan terus diberikan setelah perhatian terhadap operasi pencarian berkurang. Kenangan atas para jurnalis dan kru kapal tetap menjadi bagian dari penghormatan terhadap mereka yang mengalami musibah saat menjalankan perjalanan di perairan Selat Sunda.