Jakarta, 8 Mei 2026 – World Health Organization atau WHO angkat bicara terkait kasus Hantavirus yang dilaporkan terjadi di sebuah kapal pesiar internasional. Organisasi kesehatan dunia itu mengingatkan bahwa masih ada kemungkinan munculnya kasus baru jika sumber penularan tidak segera dikendalikan secara menyeluruh.
WHO menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Lingkungan tertutup dengan sanitasi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyebaran virus, terutama jika terdapat populasi tikus yang tidak terkendali.
Kasus di kapal pesiar tersebut menjadi perhatian internasional karena melibatkan mobilitas penumpang dari berbagai negara. Situasi itu memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan penyebaran lintas wilayah apabila deteksi dan penanganan tidak dilakukan secara cepat.
WHO menegaskan hingga saat ini hantavirus tidak dikenal menyebar secara mudah antarmanusia seperti penyakit pernapasan tertentu. Namun organisasi tersebut tetap meminta otoritas kesehatan dan operator transportasi memperkuat langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan dari lingkungan terkontaminasi.
Gejala hantavirus biasanya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang memerlukan penanganan medis intensif.
Pihak WHO juga mengingatkan pentingnya pengawasan sanitasi di fasilitas umum dan sarana transportasi internasional. Kapal pesiar, gudang makanan, dan area tertutup lain dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus terkait pengendalian hewan pengerat.
Kasus ini memicu peningkatan kewaspadaan di sejumlah negara terhadap penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Perubahan lingkungan, urbanisasi, dan kepadatan aktivitas manusia disebut menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kemunculan penyakit semacam itu.
Pengamat kesehatan global menilai respons cepat dan transparansi informasi sangat penting dalam menangani kasus penyakit menular di lingkungan internasional. Deteksi dini dan pelacakan kontak dinilai menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran lebih luas.
WHO meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan potensi paparan hewan pengerat. Organisasi tersebut juga mengimbau individu yang mengalami gejala setelah berada di area berisiko agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap kasus hantavirus di kapal pesiar, otoritas kesehatan global kini terus memantau perkembangan situasi sambil memastikan langkah pencegahan dan pengawasan berjalan secara optimal di berbagai negara.