Semarang, 5 September 2026 – Pemerintah Kota Semarang memastikan kesiapan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan persiapan tidak hanya dilakukan pada aspek arena perlombaan, transportasi, akomodasi, dan fasilitas pendukung, tetapi juga melibatkan warga sebagai tuan rumah. Ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai daerah akan datang selama pelaksanaan kegiatan tingkat nasional tersebut. Kehadiran mereka membuat kesiapan lingkungan dan pelayanan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan. Pemkot ingin para tamu mendapatkan pengalaman yang nyaman sekaligus mengenal karakter masyarakat Semarang yang ramah dan terbuka. Karena itu, koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan terus diperkuat menjelang pembukaan MTQ.
Agustina menilai kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional tidak dapat hanya diukur dari kelancaran pertandingan di setiap arena. Kesan yang diperoleh peserta selama tinggal di Semarang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kota sebagai tuan rumah. Masyarakat didorong menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di kawasan yang akan dilalui maupun dikunjungi para kafilah. Pelaku usaha, pengelola tempat wisata, pengemudi transportasi, hingga masyarakat di sekitar penginapan juga mempunyai peran dalam memberikan pelayanan terbaik. Pemerintah kota ingin suasana MTQ dapat dirasakan secara luas dan tidak hanya terbatas di lokasi perlombaan. Dengan keterlibatan tersebut, perhelatan nasional diharapkan benar-benar menjadi kegiatan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Salah satu persiapan yang mendapat perhatian adalah kesiapan wilayah di sekitar arena dan tempat menginap para peserta. Pemerintah memastikan koordinasi dilakukan dengan jajaran kewilayahan agar persoalan yang muncul dapat segera ditangani. Kebersihan jalan, penerangan, pengelolaan sampah, kelancaran lalu lintas, hingga penataan ruang publik menjadi bagian yang diperiksa menjelang kedatangan kafilah. Petugas juga dipersiapkan untuk memberikan informasi kepada tamu yang membutuhkan bantuan selama berada di Semarang. Mengingat peserta berasal dari seluruh Indonesia, pelayanan yang mudah diakses dinilai penting untuk mengurangi kendala selama mereka mengikuti rangkaian kegiatan. Pemkot berharap setiap wilayah yang menjadi bagian penyelenggaraan dapat menunjukkan kesiapan secara konsisten hingga MTQ selesai.
Aspek transportasi turut menjadi perhatian karena mobilitas ribuan peserta akan berlangsung setiap hari dari penginapan menuju lokasi perlombaan. Pemkot Semarang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan kendaraan pada sejumlah ruas jalan. Pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan jadwal kegiatan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan di tengah penyelenggaraan MTQ. Masyarakat juga diharapkan memahami apabila terdapat rekayasa lalu lintas atau peningkatan kepadatan pada waktu tertentu. Informasi mengenai perubahan arus perlu disampaikan secara cepat sehingga pengguna jalan mempunyai kesempatan memilih jalur alternatif. Pengelolaan mobilitas yang baik menjadi penting karena keterlambatan perjalanan dapat memengaruhi peserta yang harus hadir sesuai jadwal perlombaan.
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI diperkirakan menghadirkan sekitar 7.000 orang yang tergabung dalam kafilah dari berbagai provinsi. Jumlah orang yang datang ke Semarang berpotensi lebih besar apabila memperhitungkan keluarga, pendamping, pejabat daerah, serta masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatan. Pemerintah daerah memperkirakan jumlah keseluruhan pengunjung dapat berada pada kisaran 10.000 hingga 15.000 orang selama perhelatan berlangsung. Kedatangan dalam jumlah besar memberikan tantangan terhadap pelayanan kota, tetapi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Hotel, restoran, usaha kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, dan UMKM diperkirakan memperoleh tambahan aktivitas selama periode tersebut. Pemkot ingin peluang ekonomi tersebut dimanfaatkan dengan tetap menjaga kualitas pelayanan dan kewajaran harga.
Untuk memperkuat suasana penyelenggaraan, pemerintah juga mengintegrasikan MTQ dengan berbagai agenda budaya dan pariwisata di Semarang. Salah satunya adalah Festival Kota Lama XV yang diperpanjang menjadi 17 hari, mulai 4 hingga 20 September 2026. Perpanjangan tersebut memungkinkan peserta MTQ menikmati berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, dan aktivitas wisata sejarah di sela jadwal perlombaan. Pemerintah berharap para tamu tidak hanya datang untuk mengikuti MTQ, tetapi juga mengenal lebih banyak destinasi dan produk lokal Semarang. Strategi tersebut diharapkan memperpanjang aktivitas wisata sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung. Kota Lama sebagai salah satu ikon Semarang dipersiapkan menjadi ruang yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dengan kekayaan budaya kota.
Selain Festival Kota Lama, sejumlah kegiatan pendukung disiapkan untuk membuat atmosfer MTQ terasa lebih luas di tengah masyarakat. Agenda tersebut mencakup festival rebana, kegiatan kaligrafi, peragaan busana, mini Dugderan, khataman Al-Quran, kegiatan kebersihan masjid, seminar, hingga berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Rangkaian pendukung dirancang agar masyarakat yang tidak terlibat langsung sebagai peserta tetap mempunyai kesempatan menjadi bagian dari perhelatan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan karakter budaya dan kehidupan religius masyarakat Semarang kepada tamu dari luar daerah. Pemerintah ingin MTQ meninggalkan dampak sosial yang lebih panjang daripada sekadar pelaksanaan kompetisi. Partisipasi masyarakat diharapkan membuat nilai-nilai yang dibawa melalui kegiatan tersebut tetap terasa setelah perhelatan selesai.
Pemkot juga mengingatkan pelaku UMKM dan sektor jasa untuk mempersiapkan diri menghadapi peningkatan jumlah pengunjung. Produk kuliner, kerajinan, batik, oleh-oleh, serta berbagai produk ekonomi kreatif mempunyai peluang memperoleh pasar baru selama peserta berada di Semarang. Para pelaku usaha didorong memberikan informasi harga yang jelas, menjaga kualitas produk, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada konsumen. Pengalaman positif para pengunjung dapat menjadi promosi tidak langsung ketika mereka kembali ke daerah masing-masing. Sebaliknya, pelayanan yang buruk berpotensi memengaruhi citra kota di mata tamu yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, keberhasilan MTQ juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat reputasi Semarang sebagai kota penyelenggara kegiatan berskala nasional.
Pemerintah Kota Semarang turut menempatkan kebersihan dan kenyamanan ruang publik sebagai perhatian menjelang pelaksanaan MTQ. Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan, terutama pada kawasan yang menjadi pusat kegiatan dan jalur mobilitas peserta. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara disiplin karena peningkatan jumlah pengunjung berpotensi meningkatkan volume sampah selama penyelenggaraan. Aparat kewilayahan bersama petugas terkait akan melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga. Masyarakat juga dapat membantu dengan menjaga fasilitas publik dan melaporkan apabila menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan pemerintah. Kolaborasi sederhana tersebut dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap kenyamanan ribuan tamu yang berada di Semarang selama sekitar sepuluh hari.
Menjelang dimulainya MTQ Nasional XXXI pada 11 September, Pemkot Semarang akan terus memastikan kesiapan teknis berjalan bersama dengan kesiapan masyarakat. Pemerintah ingin penyelenggaraan tingkat nasional tersebut menjadi momentum yang memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, keagamaan, pariwisata, dan perekonomian kota. Warga diharapkan mengambil peran sebagai tuan rumah dengan menciptakan lingkungan yang aman, bersih, tertib, dan ramah bagi seluruh peserta. Di sisi lain, pemerintah akan menjaga koordinasi antara perangkat daerah, aparat keamanan, panitia, pengelola venue, dan unsur masyarakat selama kegiatan berlangsung. Kedatangan ribuan tamu dipandang sebagai kesempatan bagi Semarang untuk menunjukkan kemampuan menjadi tuan rumah perhelatan nasional. Dengan dukungan masyarakat, MTQ Nasional XXXI diharapkan berlangsung lancar sekaligus meninggalkan kesan positif bagi peserta dari seluruh Indonesia.