Jakarta, 16 Oktober 2026 – Dua kemenangan awal menjadi modal penting bagi para atlet tenis meja dalam menghadapi rangkaian kompetisi yang dijadwalkan berlangsung sebanyak 51 pertandingan. Hasil positif tersebut memberikan dorongan kepercayaan diri bagi para pemain untuk mempertahankan performa di tengah persaingan yang semakin ketat. Jadwal pertandingan yang panjang menuntut kesiapan fisik, mental, dan strategi agar setiap atlet mampu tampil secara konsisten. Selain kemampuan teknis, pengaturan waktu istirahat dan pemulihan kondisi tubuh menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Dengan bekal kemenangan tersebut, para pemain diharapkan dapat menjaga momentum sepanjang kompetisi.
Tenis meja merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kecepatan reaksi, ketepatan pukulan, serta kemampuan membaca pergerakan lawan. Setiap pertandingan dapat berlangsung dengan intensitas tinggi karena perubahan skor terjadi dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut membuat pemain harus mempertahankan konsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan. Dua kemenangan yang telah diraih menjadi indikator positif bagi kesiapan atlet dalam menghadapi tantangan berikutnya. Meski demikian, hasil awal belum dapat dijadikan jaminan keberhasilan karena karakter permainan setiap lawan berbeda.
Rangkaian 51 pertandingan menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan kondisi fisik para atlet. Frekuensi pertandingan yang tinggi dapat meningkatkan risiko kelelahan apabila tidak diimbangi dengan pemulihan yang memadai. Tim pelatih perlu memperhatikan intensitas latihan agar pemain tetap berada dalam kondisi optimal ketika memasuki pertandingan berikutnya. Pengaturan pola makan, hidrasi, dan kualitas tidur juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran. Pendekatan tersebut diperlukan untuk memastikan atlet mampu mempertahankan performa sepanjang jadwal kompetisi.
Selain faktor fisik, kesiapan mental menjadi aspek penting dalam menghadapi pertandingan secara beruntun. Pemain harus mampu menjaga fokus tanpa terlalu terbebani oleh hasil kemenangan maupun kekalahan sebelumnya. Keberhasilan pada dua pertandingan awal dapat menjadi sumber motivasi untuk meningkatkan kualitas permainan. Namun, setiap pertandingan tetap membutuhkan persiapan khusus berdasarkan karakteristik dan kekuatan lawan. Kemampuan mengendalikan tekanan menjadi salah satu unsur yang dapat menentukan hasil pertandingan pada situasi kritis.
Dua kemenangan Indonesia diraih oleh Adyos Astan dan Leli Marlina pada pertandingan pembuka Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Nagoya, Jepang, Jumat (16/10). Adyos yang tampil pada nomor tunggal putra klasifikasi TT4-5 mengalahkan wakil Nepal, Chemjong Digam, dengan skor 3-0. Ia tampil dominan sejak gim pertama dengan kemenangan 11-1, kemudian melanjutkan keunggulan 11-6 dan 11-3 pada dua gim berikutnya. Hasil tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi Adyos dalam menghadapi persaingan di fase grup. Kemenangan tanpa kehilangan satu gim juga menunjukkan kesiapan teknik dan konsentrasi atlet senior Indonesia tersebut.
Keberhasilan Adyos diikuti Leli Marlina yang bertanding pada nomor tunggal putri klasifikasi TT4-5. Menghadapi Saroung Sorn dari Kamboja pada pertandingan pembuka Grup F, Leli berhasil meraih kemenangan tiga gim langsung. Ia mencatatkan skor 11-4, 11-4, dan 11-5 untuk memastikan hasil positif bagi kontingen Indonesia. Penampilan tersebut memperlihatkan kemampuan Leli dalam menjaga konsistensi serangan sekaligus mengendalikan jalannya pertandingan. Dua kemenangan dari tiga pertandingan pembuka memberikan bekal penting bagi tim para tenis meja Indonesia.
Sementara itu, Sella Dwi Radayana belum berhasil mengikuti jejak dua rekannya setelah menghadapi wakil Taiwan, Shiau-Wen Tien. Sella harus mengakui keunggulan lawannya melalui tiga gim dengan skor 6-11, 8-11, dan 7-11. Pertandingan tersebut menjadi tantangan berat karena Shiau-Wen merupakan peraih medali perunggu Paralimpiade Paris 2024. Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, menilai permainan Sella sebenarnya telah sesuai dengan persiapan latihan. Namun, kecepatan dalam sejumlah reli masih menjadi aspek yang perlu diperbaiki untuk menghadapi pertandingan berikutnya.