Jakarta, 3 Mei 2026 – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menekankan pentingnya nilai filosofi Jawa “Hamemayu Hayuning Bawono” dalam pembangunan Markas Polda DIY. Nilai tersebut mengandung makna menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan.
Dalam arahannya, Kapolri menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang selaras dengan masyarakat.
“Hamemayu Hayuning Bawono” diartikan sebagai upaya memperindah dan menjaga dunia agar tetap harmonis. Nilai ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolri juga menekankan bahwa kehadiran institusi kepolisian harus mampu menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan humanis dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.
Pembangunan Mapolda DIY diharapkan dapat menjadi simbol modernisasi sekaligus pelestarian budaya. Integrasi antara desain arsitektur modern dan unsur tradisional menjadi salah satu konsep yang diusung.
Selain itu, Kapolri mengingatkan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan. Kerja sama yang baik akan mendukung terciptanya situasi yang kondusif.
Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menyambut positif konsep pembangunan tersebut. Mereka menilai bahwa pendekatan berbasis budaya dapat memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Polda DIY juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam mengintegrasikan nilai lokal ke dalam pembangunan. Hal ini dinilai relevan dalam menjaga keberagaman budaya di Indonesia.
Dengan mengusung semangat “Hamemayu Hayuning Bawono”, pembangunan Mapolda DIY diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas yang modern, tetapi juga mencerminkan harmoni antara institusi dan masyarakat.